Sabtu, 28 Mei 2011

Tugas Sejarah Finish (tak galau lagi) ^_^'

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Revolusi yang terjadi di dunia merupakan tindakan oleh rakyat yang merasa tidak diuntungkan oleh pemerintahan yang ada pada saat itu. Oleh karena itu rakyat berinisiatif bersatu dan melawan pemerintahan pada saat itu demi mendapatkan hak asasi dan kebebasan bagi rakyat.
Setiap revolusi membawa dampak tersendiri bagi setiap negara yang mengalaminya. Adapun dampak tersebut bersifat membangun ataupun menghancurkan negara yang mengalami revolusi tersebut.

1.2 Pembahasan Masalah
Dalam pembahasan masalah penulis tidak jauh menyimpang dari materi, maka penulis perlu membatasi masalah penelitian ini. Sebagai pembelajaran yang mempunyai banyak manfaat yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu tentu membuat kita mengetahui revolusi yang pernah terjadi. Bagaimana tidak? Begitu banyaknya revolusi yang pernah terjadi sehingga kami hanya membahas tentang Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia.

1.3 Rumusan Masalah

1. Kapan terjadinya Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia?
2. Apa penyebab terjadinya Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia?

1.4 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui tentang Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia
2. Mengetahui Sejarah Mengenai Revolusi Prancis, Amerika, Rusia

1.5 Hipotesa

1. Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia sangat penting untuk setiap negara.
2. Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia juga dapat menjadikan pelajaran bagi seluruh dunia.
3. Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia dapat menambah pengetahuan bagi kita semua.




1.6 Manfaat Penelitian
1. Dapat membuat kita mengetahui berbagai revolusi yang pernah terjadi di dunia
2. Sebagai pembelajaran kita kedepan bahwa begitu pentingnya peristiwa revolusi yang pernah terjadi.
3. Dengan revolusi pemerintahan berjalan semakin baik dari masa sebelumnya














BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

2.1 Revolusi Prancis (Revolusi sosial)
Revolusi Prancis adalah masa dalam sejarah Prancis antara tahun 1789 dan 1791 di mana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Prancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.
Meski Prancis kemudian akan berganti sistem antara republik, kekaisaran, dan monarki selama 75 tahun setelah Republik Pertama Prancis jatuh dalam kudeta yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte, revolusi ini dengan jelas mengakhiri ancien régime (bahasa Indonesia: Rezim Lama; merujuk kepada kekuasaan dinasti seperti Valois dan Bourbon) dan menjadi lebih penting daripada revolusi-revolusi berikutnya yang terjadi di Prancis.
Salah satu ajaran yang berpengaruh di Eropa sebelum Revolusi Perancis adalah ajaran Niccolo Machiavelli. Ajarannya mendukung kekuasaan raja secara mutlak. Ia menulis dalam bukunya yang berjudul II Principe (atau The Prince artinya Sang Raja). Dalam bukunya digambarkan tentang kekuasaan seorang raja yang absolut dengan kekuasaan tak terbatas terhadap suatu negara, termasuk harta dan rakyat yang berada di dalam wilayah kekuasaannya. Ajaran Machiavelli berkembang di Eropa sekitar abad ke-17 dan dianut oleh raja-raja dari Eropa seperti Raja Frederick II, Tsar Peter Agung, Kaisar Joseph II, Raja Charles I dan juga raja-raja Louis dari Perancis.

Penyebab
Banyak faktor yang menyebabkan revolusi ini. Salah satu di antaranya adalah karena sikap orde yang lama terlalu kaku dalam menghadapi dunia yang berubah. Penyebab lainnya adalah karena ambisi yang berkembang dan dipengaruhi oleh ide Pencerahan dari kaum borjuis, kaum petani, para buruh, dan individu dari semua kelas yang merasa disakiti. Sementara revolusi berlangsung dan kekuasaan beralih dari monarki ke badan legislatif, kepentingan-kepentingan yang berbenturan dari kelompok-kelompok yang semula bersekutu ini kemudian menjadi sumber konflik dan pertumpahan darah.
Sebab-sebab Revolusi Perancis mencakup hal-hal di bawah ini:
• Kemarahan terhadap absolutisme kerajaan.
• Kemarahan terhadap sistem seigneurialisme di kalangan kaum petani, para buruh, dan—sampai batas tertentu—kaum borjuis.
• Bangkitnya gagasan-gagasan Pencerahan
• Utang nasional yang tidak terkendali, yang disebabkan dan diperparah oleh sistem pajak yang tak seimbang.
• Situasi ekonomi yang buruk, sebagian disebabkan oleh keterlibatan Perancis dan bantuan terhadap Revolusi Amerika.
• Kelangkaan makanan di bulan-bulan menjelang revolusi.
• Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam kehidupan publik oleh kelas profesional yang ambisius.
• Kebencian terhadap intoleransi agama.
• Kegagalan Louis XVI untuk menangani gejala-gejala ini secara efektif.

Absolutisme Di Perancis
Di dalam bidang ekonomi, Menteri Jean Baptiste Colbert (1622-1683) sangat besar jasanya dalam melaksanakan politik ekonomi Merkantilisme. Sehingga pada masanya sering disebut dengan masa Colbertisme. Semua kewajiban perdagangan dan perekonomian diatur oleh pemerintah dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dalam jumlah yang sangat besar. Pada masa kekuasaan Raja Louis XIV (1643-1715) kekuasaan absolutisme Perancis mencapai puncak kejayaannya. Terbukti dengan beberapa langkah yang ditempuh oleh Raja Louis XIV dalam masa pemerintahannya, diantaranya :
1. Mematahkan benteng-benteng kaum Calvinist yang merupakan negara-negara kecil di dalam lingkungan kerajaan Perancis.
2. Menghapuskan kekuasaan kaum bangsawan feodal dan raja-raja vasal, sehingga mereka tinggal menjadi tuan-tuan tanah.
3. Fungsi dan peranan lembaga perwakilan rakyat dihapuskan pada pemerintaha Raja Louis XIV.
Ciri-ciri pemerintahan Raja Louis XIV adalah sebagai berikut :
1. Memerintah tanpa undang-undang
2. Memerintah tanpa dewan legislatif
3. Memerintah tanpa kepastian hukum
4. Memerintah tanpa anggaran belanja yang pasti
5. Memerintah tanpa dibatasai oleh kekuasaan apapun.
Raja Louis XIV terkenal dengan ucapannya “L’etat c’est moi” (negara adalah saya) yang merupakan suatu semboyan abadi yang melukiskan bagaimana seorang raja absolut paling berhasil dikawasan eropa pada masa itu.
Masyarakat kota merupakan penentang utama terhadap sikap dan pemerintahan Raja Louis XIV.
Golongan ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1. Menjunjung tinggi azas persamaan
2. Menjunjung tinggi kebebasan
3. Penggunaan akal fikiran yang sehat dan serba perhitungan
4. Kehidupan warga masyarakat kota yang bersifat liberalisme.
Akhirnya, Amerika Serikat berhasil memperoleh kemerdekaannya tanggal 4 juli 1776, dimana dalam perang itu Perancis memberikan bantuan kepada Amerika. Bantuan itu berupa pasukan sukarelawan dibawah pimpinan Jendral Marquis de Lavayette, sehingga sekembalinya di Perancis Ia menyebarkan semangat dan cita-cita kemerdekaan, kebebasan dan persamaan.
Tokoh-tokoh pembaharuan yang menentang kekuasaan absolutisme raja-raja Louis diantaranya :
1. John Locke (1632-1704) seorang filsuf Inggris yang menganjurkan adanya undang-undang (konstitusi) dalam suatu kerajaan dan berpendapat bahwa manusia memiliki hak-hak sejak lahir seperti hak kemerdekaan, hak memilih, hak untuk memiliki dan sebagainya.
2. Montesquieu (1689-1755)- Seorang filsuf berkebangsaan Perancis dalam bukunya L’Esprit des Lois (1748) (The Spirit of The Law) menyatakan bahwa suatu negara yang ideal adalah yang kekuasaannya dibagi atas tiga kekuasaan yaitu:
• Legislatif (pembuat Undang-Undang)
• eksekutif (pelaksana Undang-Undang)
• Yudikatif (mengadili setiap pelanggar undang-undang)
Ketiga hal diatas sering disebut dengan Trias Politica
3. Jean jacques Rousseau (1712-1778)
Seorang filsuf Perancis dalam bukunya yang berjudul Du Contract Social (Perjanjian Masyarakat), mengatakan bahwa manusia sejak lahir adalah sama dan merdeka. Oleh karena itu ian menganjurkan sistem pemerintahan demokrasi atau kedaulatan rakyat dengan semboyan ” dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”


Sebab-sebab Revolusi Perancis dan Perkembangannya
Sebab khusus terjadinya revolusi Perancis adalah karena masalah penghamburan uang negara yang dilakukan oleh permaisuri raja Louis XVI yakni Marie Antoinette beserta putri-putri istana lainnya. Klimak dari situasi tersebut adalah serangan terhadap penjara Bastille tanggal 14 juli 1789. Penjara ini merupakan lambang kekuasaan dan kesewenangan raja-raja Louis.
Semboyan revolusi perancis adalah Liberte (liberty = kebebasan), Egalite (Equality = persamaan), Fraternite (Fraternity = persaudaraan). Lagu kebangsaan perancis adalah La marseillaise dan tanggal 14 juli diperingati sebagai hari nasional Perancis.
Kerajaan Perancis diubah menjadi sebuah republik dan diperintah oleh pemerintahan Terror atau Reign of Terror (suatu sistem pemerintahan dengan cara-cara diktator).
Pada tahun 1795. Untuk menggantikan sistem pemerintahan Terror itu dibentuk sistem pemerintahan Directorie (1795-1799), tetapi tidak berhasil mengatasi kekacauan-kekacauan yang terjadi di Perancis.
Keadaan seperti ini memberikan kepada seorang Jenderal muda yang bernama Napoleon Bonaparte untuk menyelamatkan negara Perancis dari kekacauan pergolakan dan peperangan. Keberhasilan ini membawa namanya terkenal dan mendapat kepercayaan dari rakyat Perancis untuk menjadi pemimpin, sehingga rakyat Perancis mengangkatnya menjadi seorang konsul pada Republik Perancis pada tahun 1799.
Serbuan ke Bastille
Pada tanggal 11 Juli 1789, Raja Louis, yang bertindak di bawah pengaruh bangsawan konservatif dari dewan kakus umumnya, begitupun permaisurinya Marie Antoinette, dan saudaranya Comte d'Artois, membuang menteri reformis Necker dan merekonstruksi kementerian secara keseluruhan. Kebanyakan rakyat Paris, yang mengira inilah mulainya kup kerajaan, turut ke huru-hara terbuka. Beberapa anggota militer bergabung dengan khalayak; lainnya tetap netral.
Pada tanggal 14 Juli 1789, setelah pertempuran 4 jam, massa menduduki penjara Bastille, membunuh gubernur, Marquis Bernard de Launay, dan beberapa pengawalnya. Walaupun orang Paris hanya membebaskan 7 tahanan; 4 pemalsu, 2 orang gila, dan seorang penjahat seks yang berbahaya, Bastille menjadi simbol potensial bagi segala sesuatu yang dibenci di masa ancien régime. Kembali ke Hôtel de Ville (balai kota), massa mendakwa prévôt des marchands (seperti walikota) Jacques de Flesselles atas pengkhianatan; pembunuhan terhadapnya terjadi dalam perjalanan ke sebuah pengadilan pura-pura di Palais Royal.
Raja dan pendukung militernya mundur turun, setidaknya sejak beberapa waktu yang lalu. Lafayette menerima komando Garda Nasional di Paris; Jean-Sylvain Bailly, presiden Majelis Nasional di masa Sumpah Lapangan Tenis, menjadi walikota di bawah struktur baru pemerintahan yang dikenal sebagai commune. Raja mengunjungi Paris, di mana, pada tanggal 27 Juli, ia menerima kokade triwarna, begitupun pekikan vive la Nation "Hidup Negara" diubah menjadi vive le Roi "Hidup Raja".
Namun, setelah kekacauan ini, para bangsawan, yang sedikit terjamin oleh rekonsiliasi antara raja dan rakyat yang nyata dan, seperti yang terbukti, sementara, mulai pergi dari negeri itu sebagai émigré, beberapa dari mereka mulai merencanakan perang saudara di kerajaan itu dan menghasut koalisi Eropa menghadapi Perancis.
Necker, yang dipanggil kembali ke jabatannya, mendapatkan kemenangan yang tak berlangsung lama. Sebagai seorang pemodal yang cerdik namun bukan politikus yang lihai, ia terlalu banyak meminta dan menghasilkan amnesti umum, kehilangan sebagian besar dukungan rakyat dalam masa kemenangannya yang nyata.
Menjelang akhir Juli huru-hara dan jiwa kedaulatan rakyat menyebar ke seluruh Perancis. Di daerah pedesaan, hal ini ada di tengah-tengah mereka: beberapa orang membakar akta gelar dan tak sedikit pun terdapat châteaux, sebagai bagian pemberontakan petani umum yang dikenal sebagai "la Grande Peur" (Ketakutan Besar).
Penghapusan feodalisme
Pada tanggal 4 Agustus 1789, Majelis Nasional menghapuskan feodalisme, hak ketuanan Estate Kedua dan sedekah yang didapatkan oleh Estate Pertama. Dalam waktu beberapa jam, sejumlah bangsawan, pendeta, kota, provinsi, dan perusahaan kehilangan hak istimewanya.
Sementara akan ada tanda mundur, penyesalan, dan banyak argumen atas rachat au denier 30 ("penebusan pada pembelian 30 tahun") yang dikhususkan dalam legislasi 4 Agustus, masalah masih mandek, meski proses penuh akan terjadi di 4 tahun yang lain.

Akibat Revolusi Perancis
Bidang Ekonomi
• Timbulnya industri-industri di Eropa
• Kehidupan perdagangan beralih dari pantai ke pedalaman
• Penghapusan Pajak Feodal
• Petani menjadi pemilik tanah
• Penghapusan sistem gilda diganti dengan sistem ekonomi bebas.
Bidang Politik
• Berkembangnya liberalisme dikalangan rakyat
• Lahirnya konsep demokrasi dan publik
• Berkembangnya nasionalisme
• Dihapuskannya sistem monarki dan diganti dengan sistem monarki konstitusional
• Undang – undang sebagai kekuasaan tertinggi dalam tata pemerintahan
• Lahirnya aksi-aksi revolusioner yang membela kepentingan rakyat jelata

Bidang Sosial
• Penghapusan sistem kelas dalam masyarakat dan disusun sistem masyarakat baru tanpa kelas
• Penghapusan sistem feodalisme
• Berkembangnya pendidikan dan pengajaran diseluruh lapisan masyarakat
• Berkembangnya perjuangan menegakkan hak-hak asasi manusia (HAM)















2.2. Revolusi Amerika
Revolusi Amerika merupakan perang kemerdekaan Amerika untuk lepas dari Inggris
Tokoh perintis kolonialisme ke Amerika:

a. Pilgrim Fathers [dgn kapal May Flower, untuk mencari kebebasan]
b. Viking [Eropa Utara: Norwegia, Swedia, Denmark]

- Eric Ericson : Greenland

-Thorfin Karlsefni : Novia Scotia

c. Spanyol: Christopher Columbus

d. Perancis:

a. Samuel de Champlain : Kanada

b. Ibervillw : Missisipi

e. Inggris

a. Raligh : Virginia

b. Calvert :Maryland

c. Hudson+Minuit : New York








Latar belakang Revolusi Amerika:
Perang Revolusi Amerika
Perang Revolusi Amerika (1775–1783)—juga dikenal sebagai Perang Kemerdekaan Amerika—adalah sebuah perang yang terjadi antara Britania Raya dan para pendukung revolusi dari 13 koloni Britania di Amerika Utara. Ke-13 koloni itu adalah koloni New Hampshire, koloni Massachusetts, koloni Rhode Island, koloni Connecticut, koloni New York, koloni New Jersey, koloni Pennsylvania, koloni Delaware, koloni Maryland, koloni Virginia, koloni North Carolina, koloni South Carolina, dan koloni Georgia. Perang yang kemudian meluas ke luar Amerika Utara Britania (British North America) ini berakhir dengan dihapuskannya kekuasaan Britania terhadap ketiga belas koloni tersebut dan dibentuknya negara Amerika Serikat.
Istilah Perang Revolusi atau Revolusi Amerika juga sering digunakan untuk merujuk pada peristiwa ini—meski yang terakhir juga termasuk perkembangan politik dan sosial sebelum dan sesudah perang tersebut.
Latar Belakang terjadinya disebabkan karena Perang Tujuh Tahun antara Britania Raya dan Perancis (1756-1763) memperebutkan Quebec yang dimenangkan oleh Britania.1756-1763 terjadi Perang Laut 7 tahun Daerah yang didatangi oleh bangsa Eropa disebut daerah koloni, untuk memindahkan penduduk.

Faktor utama penyebab Revolusi Amerika:

Semula negara induk Inggris memang bersikap lunak terhadap tanah koloni.
Pemerintah Inggris tampak memberikan kebebasan yang relatif kepada daerah koloni.
Akan tetapi, setelah mengalami kesulitan keuangan akibat Perang Laut Tujuh
Tahun melawan Prancis, Inggris mulai memperkuat pengaruhnya terhadap
daerah koloni. Dalam hal ini, pemerintah Inggris mulai menerapkan berbagai
macam undang-undang yang lebih mengutamakan kepentingan negara induk,
seperti undang-undang teh, undang-undang gula, undang-undang kopi, undangundang
meterai dan sebagainya. Semuanya itu jelas merupakan usaha pemerintah Inggris untuk memperkuat kekuasaannya di tanah koloni. Sebaliknya, daerah koloni yang sudah matang merasakan tindakan yang negatif tersebut. Akibatnya timbullah konflik antara kepentingan daerah koloni dan negara induk. Konflik ini akhinya memuncak dalam sebuah revolusi.

Adapun sebab-sebab timbulnya Revolusi Amerika adalah sebagai berikut.
A.Sebab Umum
1) Adanya Paham Kebebasan dalam Politik
Koloni Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, tetapi diciptakan oleh pelarian-pelarian dari Inggris yang mendapat tekanan agama, sosial, ekonomi, dan politik. Kaum koloni menyatakan bahwa mereka adalah manusia merdeka yang membangun koloni di dunia baru. Paham kebebasan kaum koloni bertentangan dengan paham pemerintahan Inggris yang menganggap bahwa daerah koloni adalah jajahannya. Hal ini didasarkan
pada Perjanjian Paris 1763.

2) Adanya Paham Kebebasan dalam Perdagangan
Kaum koloni juga menganut paham kebebasan dalam perdagangan.hal itu bertentangan dengan paham pemerintah Inggris yang merasa berkuasa atas koloni di Amerika. Oleh karena itu, pemerintah Inggris memerintahkan agar hasil bumi dari daerah koloni harus dijual kepada Negara induk saja. Sebaliknya, penduduk koloni diwajibkan pemerintah Inggris
hanya membeli barang-barang hasil industri negara induk saja. Kaum koloni
menentang peraturan yang bersifat monopoli dan menghendaki adanya kebebasan dagang.

3) Adanya Berbagai Macam Pajak
Berbagai macam pajak diterapkan, berkaitan dengan adanya krisis keuangan Inggris akibat Perang Laut Tujuh Tahun. Perang berakhir dengan kemenangan di pihak Inggris. Dengan kemenangan tersebut, menimbulkan beban baru bagi pemerintah Inggris terutama masalah keuangan. Pemerintah Inggris kemudian memberlakukan berbagai macam pajak (pajak teh, pajak gula, pajak metera,i dan lain-lain) yang sangat memberatkan warga koloni. Sebaliknya, warga koloni dengan tokohnya Samuel Adams menentang kebijakan tersebut dengan semboyan no taxation without representation, artinya tidak ada pajak tanpa adanya perwakilan.


B. Sebab Khusus

Sebab khusus meletusnya Revolusi Amerika ialah adanya peristiwa yang dikenal dengan nama The Boston Tea Party pada tahun 1773. Pada saat itu, pemerintah Inggris memasukkan teh ke Pelabuhan Boston, Amerika. Pada malam harinya, muatan teh itu dibuangke laut oleh orang-orang Amerika yang menyamar sebagai orang Indian suku Mohawk. Hal inilah yang menimbulkan kemarahan pemerintah Inggris (Raja George III) sehingga menuntut pertanggungjawaban. Namun penduduk koloni tidak ada yang mau bertang-gung jawab sehingga menimbulkan pertem-puran yang menandai terjadinya Revolusi Amerika.

4. Peristiwa Teh dapat mengubah sejarah dunia. Boston Tea Party (Pesta Teh Boston) adalah salah satu peristiwa yang terjadi tanggal 16 Desember 1773,Pada waktu itu Inggris mempunyai perusaan dagang yang bernama East India Company yang berdagang teh dari Cina langsung ke Amerika (yang pada waktu itu masih kedalam koloni Inggris) dengan memotong jalur perdagangan dan perpajakan sehingga merugikan exporter Eropa dan Importer Amerika. Akibatnya penduduk Boston marah, pada saat kapal pembawa teh tersebut merapat di pelabuhan Boston, para penduduk marah dan naik ke kapal dan membuang seluruh peti yang berisi teh kedalam laut. Peristiwa ini mengakibatkan tercetusnya revolusi bangsa Amerika terhadap penjajahan bangsa Inggris pada tahun 1775.




Perjuangan melalui diplomatik:
Amerika merubah sifat perjuangannya karena buku Common Sense yang ditulis oleh Thomas Paine.

Isinya penggugah semangat bangsa Amerika untuk menentang kekuasaan Inggris.
1. Kongres Philadelphia yang dihadiri oleh 13 negara bagian.
- Penandatanganan "Declaration of Independence" 4 Juli 1776. Disusun Thomas Jefferson
- Kongres Philladelphia II, Bgs Amerika tdk mengakui parlemen Inggri
2. Menyetujui pembentukan USA melalui penandatanganan "Articles of Convederate"
3. Menyatakan kepada dunia internasional tentang kemerdekaan Amerika yang dipimpin oleh Benyamin Franklin. Spanyol dan Prancis mendukung Amerika

Prancis dan Spanyol memberi dukungan pada Amerika, untuk membalas dendam terhadap Inggris atas kekalahan yang diderita dalam perang 7 tahun, juga ingin membuka hubungan dagang dengan Amerika.

Tokoh penyusun naskan deklarasi kemerdekaan Amerika:

1. Thomas Jefferson : Declaration of Independence

2. Thomas Paine : Mengarang Buku berjudul Common Sense

3. George Washington : Presiden pertama


Tokoh perjuangan fisik:

1. George Washington : panglima besar tentara koloni

2. Samuel Adam : pemimpin pasukan persatuan koloni

3. Jend. Lafayette : Pimpinan Perancis

4. Jend. Burgoyne : Komandan pasukan Inggris

5. Jend. Cornwallis : ---no info---


Inggris mengakui kemerdekaan Amerika melalui perjanjian Versailes [1783]. Doktrin Monroe dicetuskan tahun 1823-1829. Intinya menyatakan bahwa Amerika tidak turut campur terhadap urusan bangsa lain tapi juga tak mau dicampuri urusannya oleh bangsa lain.

3.3. Revolusi Rusia (Revolusi berdarah)
Revolusi Rusia 1917 adalah sebuah gerakan politik di Rusia yang memuncak pada 1917 dengan penggulingan pemerintahan provinsi yang telah mengganti sistem Tsar Rusia, dan menuju ke pendirian Uni Soviet, yang berakhir sampai keruntuhannya pada 1991.
Revolusi ini dapat dilihat dari dua fase berbeda:
• Yang pertama adalah Revolusi Februari 1917, yang mengganti otokrasi Tsar Nikolai II Russia, Tsar Russia yang efektif terakhir, dan mendirikan republik liberal.
• Fase kedua adalah Revolusi Oktober yang diinspirasikan oleh Vladimir Lenin dari partai Bolshevik, memegang kuasa dari Pemerintahan Provinsi. Revolusi kedua ini memiliki efek yang sangat luas, memengaruhi daerah kota dan pedesaan. Meskipun banyak kejadian bersejarah terjadi di Moskwa dan Saint Petersburg, ada juga gerakan di pedesaan di mana rakyat jelata merebut dan membagi tanah
Pengaruh Revolusi Rusia Revolusi Rusia telah berhasil menumbangkan kekuasaan Tsar
Nicholas II yang memerintah secara diktator. Rakyat Rusia yang merasakan kehidupan di berbagai bidang akibat kediktatoran Tsar Nicholas II, akhirnya berhasil menghimpun kekuatan dan menentang kekuasaannya dalam bentuk revolusi. Revolusi Rusia telah berhasil menumbangkan kediktatoran Rusia. Di samping itu, Revolusi Rusia yang berpaham komunis akhirnya berhasil merubah haluan negara tersebut ke arah negara komunis. Seperti revolusi-revolusi lain, Revolusi Rusia juga membawa dampak baik bagi Rusia sendiri maupun bagi negara-negara di kawasan di dunia termasuk Indonesia.
Pengaruh Revolusi Rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional di Indonesia tampak jelas dengan berkembangan paham Marxis yang kemudian melahirkan Partai Komunis Indonesia. Benih-benih Marxisme dibawa masuk ke Indonesia oleh seorang Belanda yang bernama H.J.F.M. Sneevliet. Atas dasar Marxisme inilah pada tanggal 9 Mei 1914 di Semarang, Sneevliet bersama-sama dengan J.A. Brandsteder, H.W. Dekker, dan P. Bersgma berhasil mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). Sneevliet kemudian melakukan infiltrasi (penyusupan) kader-kadernya ke dalam tubuh SI dengan menjadikan anggota-anggota ISDV sebagai anggota SI, dan sebaliknya anggota-anggota SI menjadi anggota ISDV.
Dengan cara ini Sneevliet dan kawan-kawannya telah mempunyai pengaruh yang kuat di kalangan SI, lebih-lebih setelah berhasil mempengaruhi beberapa pemimpin SI, seperti Semaun dan Darsono. Akibatnya, SI Cabang Semarang yang sudah berada dibawah pengaruh ISDV semakin jelas warna Marxismenya sehingga menyebabkan perpecahan dalam tubuh SI. Pada tahun 1919 ISDV diubah menjadi Partai Komunis Hindia dan selanjutnya pada bulan Desember 1920 menjadi Partai Komunis Indonesia. Dengan demikian, Revolusi Prancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Rusia berpengaruh terhadap munculnya pergerakan nasional Indonesia. Bedanya, jika Revolusi Prancis dan Revolusi Amerika berpengaruh terhadap munculnya organisasi pergerakan nasional yang berpaham nasional dan demokratis. Sebaliknya, Revolusi Rusia berpengaruh terhadap munculnya organisasi pergerakan yang berpaham komunis.

1. Keadaan Rusia Sebelum Revolusi
Pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II (1894–1917), pemerintahan sangat reaksioner dan bersifat otokratis. Akan tetapi, dalam bidang ekonomi sangat progresif, terutama dalam bidang industri, seperti industri tekstil, pertambangan, batubara, dan besi. Dengan industri yang maju inilah maka muncullah kaum buruh
Pada tahun 1905 terjadi pemberontakan kaum buruh yang bertujuan untuk menuntut perbaikan nasib dan persamaan hak. Hal ini selaras dengan semboyan mereka, yakni sama rasa sama rasa. Di samping itu, rakyat juga menuntut adanya pemerintahan yang liberal. Pada saat itu, Rusia mengalami kekalahan dalam perang melawan Jepang. Di tengah-tengah situasi yang sedang kacau itu, Tsar Nicholas II masih mampu mengatasi keadaan dengan mengambil tindakan
sebagai berikut:
a. menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul, serta kebebasan perorangan diperluas;
b. membentuk Duma (DPR).
Namun dalam Duma itu sendiri terjadi pertentangan antara kaum Sosialis dan kaum Liberalis. Kaum Sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis,sedangkan kaum Liberal menghendaki adanya monarkhi konstitusional. Nicolas II bersikap keras, dan memihak kepada kaum Sosialis sehingga Duma dibubarkan. Hal inilah yang kemudian mendorong timbulnya revolusi.




2. Sebab-Sebab Timbulnya Revolusi
Sebab-sebab timbul revolusi Rusia 1917 meliputi bidang bidang politik dan sosial ekonomi.
A. Bidang Politik
1) Adanya pemerintahan Tsar Nicholas yang reaksioner. Di negara-negara lain telah mengakui adanya hak-hak politik warga negaranya. Tsar masih saja tidak memberikan hak-hak politik bagi warga negaranya.
2) Duma (DPR) tidak menampakkan dasar-dasar demokratis.
B. Bidang Sosial Ekonomi
1) Penghargaan tuan-tuan tanah terhadap buruh tani sangat rendah. Tanah pertanian sebagian besar dimiliki oleh tuan tanah. Kaum tani adalah adalah buruh-buruh di tanah pertanian sehingga mereka menuntut tanah sebagai miliknya.
2) Adanya perbedaan kehidupan antara Tsar dan para bangsawan dengan rakyat yang sangat mencolok.
3) Tsar bersama para bangsawan Rusia hidup dalam kemewahan, sedangkan rakyat terutama kaum buruh dan petani hidup miskin dan menderita.
4) Kaum pengusaha dan intelektual tidak puas dengan situasi pemerintahan Tsar Nicholas II
C. Timbulnya Aliran-Aliran yang Menentang Tsar Nicholas II
1) Kaum Liberal (disebut kaum Kadet) menghendaki monarki konstitusional.
2) Kaum Sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis. Selain itu, kaum Sosialis juga menuntut pemerintahan yang modern dan demokratis.
3. Jalannya Revolusi
Revolusi Rusia tahun 1917 dapat dibagi menjadi dua tahap, yakni Revolusi Februari 1917 dan Revolusi Oktober 1917.

a. Revolusi Februari 1917
Revolusi ini dimulai dari Petrograd (sekarang Leningrad) dengan demonstrasi
yang menuntut bahan makanan, kemudian diikuti dengan pemogokan di perusahaan-perusahaan. Revolusi yang digerakan oleh kaum Kadet, Menshewiki, dan Bolshewiki ini kemudian berhasil menggulingkan Tsar Nicholas II. Tampuk pemerintahan dikendalikan oleh kaum Kadet dengan bentuk pemerintahan sementara. Akan tetapi, kaum Kadet tidak segera mengadakan perubahan-perubahan seperti yang dituntut oleh rakyat. Kaum Menshewiki di bawah pimpinan Karensky kemudian menggulingkan kaum Kadet dan memegang tampuk pemerintahan. Program kaum Menshewiki pertama-tama ialah menjunjung kembali kehormatan Rusia di mata dunia internasional (karena kekalahan-kekalahan Rusia dalam peperangan), setelah itu baru mengadakan perubahan pemerintahan dalam negeri. Serangan besar-besaran terhadap Jerman (dalam Perang Dunia I) segera dilangsungkan, namun gagal. Hal inilah mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Menshevik. Kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh kaum Bolshevik untuk menyusun kekuatan guna merebut pemerintahan.

b. Revolusi Oktober 1917
Ketika pemerintahan Menshewiki kehilangan kepercayaan di mata rakyat, kaum Bolshewiki segera mendekati rakyat dan menjanjikan adanya kedamaian dan pembagian tanah. Dengan cara ini kaum Bolshewiki mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat. Kaum Bolshewiki yang semula telah mempersiapkan diri dengan mengadakan wajib militer kepada para pekerja (yang kemudian menjadi Pengawal Merah) di bawah pimpinan Trotsky, siap untuk merebut kekuasaan. Revolusi di mulai di Petrograd lagi di bawah pimpinan Lenin yang menyerukan untuk mendirikan Republik Soviet. Angkatan Darat dan Angkatan Laut di Petrograd memihak Lenin. Pada tanggal 25 Oktober 1917 pemerintah Menshewiki di bawah pimpinan Kerensky berhasil digulingkan. Kaum Bolshewiki akhirnya berhasil memegang tampuk pemerintahan baru di Rusia.






4. Akibat Revolusi
Revolusi Oktober 1917 membawa akibat yang luas bagi Rusia khususnya dan dunia pada umumnya, baik di bidang pemerintahan, ekonomi, maupun ideologi.

a. Bidang Pemerintahan
1) Dihapusnya pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner.
2) Rusia menjadi negara Serikat yang berbentuk Republik dengan nama USSR dengan Moskow sebagai ibukotanya.

b. Bidang Ekonomi
1) Pertanian dan perindustrian dinasionalisasi. Tanah pertanian sebagian
diselenggarakan oleh pemerintah dan sebagian dijadikan pertanian kolektif.
2) Kantor-kantor, pabrik-pabrik, bank-bank, dan jalan-jalan kereta api dinasionalisasi.

c. Bidang Ideologi
Kemenangan kaum Bolshewiki menyebabkan paham komunis menyebar ke seluruh dunia.

5. Rusia Di bawah Pemerintahan Lenin (1917–1924)
Setelah kaum Menshewiki berhasil digulingkan, Lenin sebagai pemimpin kaum Bolshewiki, memegang pucuk pemerintahan di Rusia. Tindakan-tindakan Lenin,
lebih lanjut adalah sebagai berikut.
a. Dalam Bidang Pemerintahan
1) Merubah negerinya menjadi diktator militer.
2) Membentuk Undang-Undang Dasar (UUD) baru. Berdasarkan UUD baru ini bentuk negara Rusia adalah negara serikat dengan nama Republik Sosialis Uni Soviet atau Union of Soviet Sosialis Republics (USSR) yang terdiri atas Belarusia, Ukraina, Armenia, Azerbaijan, dan Rusia (terbentuk pada tanggal 30 Desember 1922).
b. Dalam Bidang Ekonomi
1) Menasionalisasi tanah-tanah bangsawan, industri-industri besar bankbank dan jalan kereta api.
2) Menciptakan New Economical Policy (NEP) di mana hasil bumi dapat dijual dengan bebas.
c. Dalam Bidang Ideologi
Rusia membentuk Comintern (perkumpulan komunis internasional), untuk
menyebarkan paham komunis ke seluruh dunia.






BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Revolusi yang terjadi di Benua Eropa dan Amerika telah memberikan semangat baru bagi pemimpin bangsa Indonesia untuk terus berjuang mengusir penjajah. Semangat ini mengantarkan pemimpin bangsa Indonesia melakukan perjuangan melalui pergerakan secara nasional melalui organisasi pergerakan. Perjuangan mencapai puncaknya ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

3.2 Saran
Sebaiknya kita sebagai siswa yang berbangsa dan bernegara dapat menilai bahwa perjuangan dalam menuntut pengakuan asasi kepada penguasa bukanlah suatu perjuangan yang mudah.Oleh karena itu kita sebagai generasi muda hendaknya harus memiliki tekad dan keinginan serta semangat yang revolusioner untuk mengabdi dan berbuat semaksimal mungkin demi kemajuan negara Indonesia yang sangat kita cintai ini.



DAFTAR PUSTAKA

www.google.co.id
www.wikipedia.com
Matroji. 2000. IPS Sejarah. Jil. 2. Cikaras : Erlangga
Supriatna, Nana. Sejarah. Jil.2. Bandung : Grafindo

0 komentar:

Poskan Komentar

 

my name is Dewi. Design By: SkinCorner